Bagaimana Mendapatkan Daging Berkualitas di Pasar?

PT Pringsewu Cemerlang > Produksi > Seputar Produksi > Bagaimana Mendapatkan Daging Berkualitas di Pasar?

Pringsewuresto hadir menyapa pecinta kuliner Indonesia sejak 1987, Penyajian menu berkualitas adalah sebuah komitmen yang diberikan Pringsewuresto. Saat ini seluruh produk Pringsewuresto telah bersertifikasi Halal MUI. Konsep menu halal tidak hanya diproses pengolahan menu saja, tapi juga dari mana bahan baku diperoleh/diolah. Beragam bahan baku yang dipergunakan Pringsewuresto diolah dengan standarisasi khusus, mulai dari daging, ikan, bumbu dan masih banyak lainnya.  Salah satu bahan yang dipergunakan adalah daging sapi.

Ada berbagi macam tipe daging dari daging segar, beku, dan daging yang di layukan (diasap). biasanya daging tersebut di jual potongan per kilogram. Pringsewuresto bekerja sama dengan supplier-supplier terpercaya untuk mengembangkan menu-menu berkualitas dengan bahan daging seperti Sop Daging, Rawon, Krengsengan dan masih banyak lagi menu di Pringsewu yang menggunakan daging yang berkualitas agar bisa memenuhi kebutuhan konsumen akan daging yang yang sehat dan berkualitas.

Namun, cukup sulit mendapatkan  kualitas daging segar terbaik karena sudah tercampur. bahkan bebrapa waktu yang lalu di temukan pedagang menjual daging yang rusak, hasil gelonggongan, dan daging sapi palsu. Kendati pemerintah mengupayakan perlindungan konsumen, tidak ada salahnya kita juga berbuat antisipasi sendiri. dengan cara yakni dengan menerapkan 7 Tips memilih daging segar dan berkualitas di pasar tradisonal berikut ini :

  1. Pilih Daging Yang di Jajakan Di gantung. Pernahkan kita melihat dahing sapi yang di gantung di depan kios? meskipun banyak lalat berusaha mendekat, daging tersebut tergolong daging yang sehat, pasalnya daging sapi glonggongan dan daging sapi palsu mudah di ketahu ketika di gantung, berbedaan itu terlihat dari segi warna, tekstur, hingga serat. daging sapi glonggong juga memiliki kadar air yang tinggi sehingga saat di gantung daging akan banyak meneteskan air, hal ini dapat mengurangi bobot daging sehingga membuat pedagang mengalami kerugian.
  2. Cek Aroma, Warna Dan Tekstur Daging Sapi. Kita harus mengamati warna daging segar yang dijajakan. Menurut Ditjen PKH Kementerian Pertanian RI, daging sapi yang baru dipotong berwarna merah cerah. Sumber warna tersebut dari mioglobin, yakni bagian tersier dalam protein. Makin banyak unsur mioglobin, warna daging akan bertambah merah.
    Selain warna, aroma juga menjadi tolok ukur daging berkualitas. Biasanya, daging segar mengeluarkan aroma khas mirip besi yang tidak menyengat. Sebaliknya, daging sapi busuk kerap memunculkan bau amis atau anyir.
    Dari segi tekstur, daging berkualitas cenderung kesat, dingin, dan lembut. Bedanya dengan daging busuk, tekstur terasa lengket, licin, serta terdapat lendir.
  3. Pastikan Banyak Lalat Di sekitar Daging Sapi. Lalat menjadi salah satu indikasi daging sapi segar pilihan kita di pasar tradisional masih layak konsumsi. Pasalnya, lalat tidak menyukai daging yang mengandung formalin maupun bahan pengawet berbahaya, walau nampak menjijikan tapi lalat dapat membedakan mana daging segar dan mana daging yang sudah busuk.
  4. Bandingkan Harga Daging Sapi. Apakah pernah ditawari daging sapi dengan harga sangat murah? Walaupun menggiurkan, sebaiknya hindari tawaran tersebut. Pasalnya, harga daging sapi segar relatif sama di pasar tradisional.
    Anda bisa mendapatkan daging segar dengan harga di bawah rata-rata jika membelinya langsung di rumah pemotongan hewan (RPH). Umumnya, harga pasar dan RPH memiliki selisih Rp10.000-15.000 per kilogram.
    Harga daging sapi segar kerap naik saat hari raya, yakni mencapai Rp120.000 per kilogram. Kalau hari biasa, Anda masih bisa menemukan daging sapi lokal dengan harga sekitar Rp90.000—110.000 per kilogram
  5. Cek Kondisi Urat-urat Daging Sapi. pastikan memeriksa urat-urat yang terdapat pada daging. Pilihlah daging sapi dengan urat tidak mengembang ataupun kembung.
    Anda juga dapat mengetahui kualitas daging sapi dengan menaburkan garam di permukaannya. Jika urat-urat tampak bergerak, artinya daging tersebut berasal dari sapi yang baru dipotong. Pasalnya, urat daging sapi baru dipotong tidak ikut mati selama maksimal enam jam usai pemotongan.
  6. Pilih Daging Pertestur Padat. Untuk mengecek tingkat kepadatan daging sapi segar, Anda bisa mencoba menusuk bagian pembuluh darah atau serat. Jika tidak pecah, tandanya daging sapi tersebut layak konsumsi. Selain itu, daging sapi yang berkualitas memiliki serat halus dan terlihat jelas.
  7. Pastikan Daging Sapi Tidak Mengeluarkan Cairan Bewarna Putih. Secara alami, daging sapi segar mengeluarkan air berwarna merah. Air tersebut bukan darah, melainkan sari-sari daging. Normalnya, daging sapi segar berkualitas tidak mengeluarkan cairan putih. Hal itu karena cairan putih hanya dihasilkan dari daging sapi gelonggongan.
    Kemudian, dari sisi kelembaban, daging sapi memiliki permukaan cenderung kering. Pasalnya, permukaan kering dapat menekan pertumbuhan mikroorganisme yang menyebabkan daging busuk. Dengan demikian, masa simpan daging sapi segar di pasar tradisional bisa lebih lama.

Itu beberapa Tips mendapatkan daging yang berkualitas di pasar tradisonal, semoga bermanfaat.

About Company

Hadir sejak tahun 1987 dari kota kecil di kaki gunung Slamet bagian selatan, tepatnya di kota Purwokerto resto Pringgading sebagai cabang pertama.