2 Trik Pengeluaran Bulanan Jadi Lebih Hemat

PT Pringsewu Cemerlang > Departemen > KEUANGAN > 2 Trik Pengeluaran Bulanan Jadi Lebih Hemat

Menghitung pengeluaran bulanan atau cash flow selalu menjadi hal yang tricky bagi setiap orang. Pasalnya, tidak mudah untuk mengatur keuangan agar bisa seimbang antara penghasilan dan pengeluaran. Saat pengeluaran lebih banyak dari penghasilan tentu dapat membuat kita mengalami kesulitan keuangan.

Untuk menghindari hal tersebut, penting bagi Kita untuk mengelola pendapatan dan menghitung pengeluaran bulanan. Dengan begitu, kita bisa lebih mudah untuk mengontrol uang yang dimiliki. Selain itu, kita juga akan tahu apakah pengeluaran tersebut dibelanjakan untuk barang yang dibutuhkan atau yang diinginkan saja.

Maka dari itu pentingnya mengetahui pengeluaran agar bisa terkontrol supaya kantong tidak jebol, ini bebepa metodenya :

  1. Metode 50/20/30

Cara menghitung pengeluaran bulanan yang pertama adalah dengan metode 50/20/30.

Dilansir dari Investopedia, metode ini dicetuskan oleh Elizabeth Warren dalam bukunya yang berjudul All Your Worth: The Ultimate Lifetime Money Plan.

Metode tersebut dilakukan dengan menghitung pengeluaran bulanan dan membaginya ke dalam tiga bagian, yakni kebutuhan (needs), tabungan (savings), serta keinginan (wants). Dengan menerapkan metode ini kamu bisa mengalokasikan pengeluaran bulanan secara lebih proporsional sehingga bisa membantumu lebih hemat. 50% untuk kebutuhan Metode 50/20/30 dilakukan dengan menyisihkan gaji atau pendapatan untuk kebutuhan primer (needs). Kebutuhan primer adalah pengeluaran harian yang wajib untuk kamu penuhi. Misalnya, biaya makan, transportasi, cicilan rumah, dan sebagainya. Kebutuhan primer tentu saja harus mendapatkan alokasi dana yang paling besar dalam menghitung pengeluaran bulanan. Hal ini disebabkan bahwa kebutuhan jenis ini memiliki dampak langsung dalam kelangsungan hidup kita. 20% untuk tabungan Ketika menghitung pengeluaran bulanan dengan metode ini kamu diharuskan untuk menyisakan minimal sekitar 20% dari penghasilan untuk tabungan (savings).

Jangan sampai setelah menghitung pengeluaran bulanan, kamu baru menyadari jika pengeluaranmu setiap bulan hanya habis untuk kebutuhan primer atau hal-hal yang sifatnya konsumtif saja. Ingatlah bahwa tabungan sangatlah penting untuk masa depan. Selain itu, kamu juga bisa menyiapkan jenis tabungan darurat yang bermanfaat untuk situasi yang tidak terduga. 30% untuk keinginan kita, Menghitung pengeluaran bulanan dengan metode 50/20/30 maka kamu hanya diperkenankan menggunakan 30% dari penghasilan untuk keinginan (wants). Keinginan di sini bisa kamu pergunakan untuk membeli barang yang kamu inginkan misalnya baju baru, gadget idaman dan sebagainya. Selain itu, kebutuhan hiburan juga dimasukkan ke dalam bagian ini. Jadi, kamu harus bijak untuk mengalokasikan 30% dari penghasilanmu agar bisa mencukupi semua keinginanmu dalam berbelanja hal yang konsumtif. Menurut Logicaldollar, metode 50/20/30 sangat sesuai digunakan oleh mereka yang cukup boros dan lebih sering menggunakan kartu debit atau kredit Pasalnya, saat berbelanja dengan kartu debet atau kredit mereka lebih cenderung menggesek dahulu dan baru menghitungnya nanti.

  1. Metode 80/20

Tips menghitung pengeluaran bulanan yang selanjutnya adalah dengan melakukan metode 80/20. Metode ini lebih simple dibandingkan dengan metode 50/20/30 jadi pasti kamu bisa dengan mudah menerapkannya.

Seperti yang dijelaskan oleh The Balance, rupanya metode ini hanya mengharuskanmu untuk menyimpan 20% dari penghasilan dan menggunakan 80% sisanya untuk pengeluaran lainnya. Jadi, setelah mendapatkan gaji hal pertama yang harus dilakukan adalah mengalokasikan 20% dari penghasilan untuk ditabung. Fokus dari metode ini adalah agar kamu memiliki tabungan. Jadi, sebelum menggunakan uangnya untuk keperluan yang lain, pastikan untuk menabungnya terlebih dahulu. Setelah itu, kamu bisa menggunakan 80% dari sisa penghasilan untuk membayar tagihan, membeli kebutuhan primer atau bahkan memenuhi kebutuhan konsumtifmu. Metode menghitung pengeluaran bulanan ini sangat sesuai buat kamu yang ingin selalu komitmen dalam menabung.

About Company

Hadir sejak tahun 1987 dari kota kecil di kaki gunung Slamet bagian selatan, tepatnya di kota Purwokerto resto Pringgading sebagai cabang pertama.