Pringsewuresto Surprise Hari Pancasila 1 Juni

PT Pringsewu Cemerlang > Tips > Pringsewuresto Surprise Hari Pancasila 1 Juni

Hari lahir Pancasila 1 Juni sebentar lagi akan diperingati bersama.Pancasila tidak hanya sebagai alat pemersatu bangsa diwujudkan dalam burung garuda yang mencengkeram pita bertuliskan bhinneka tunggal ika, yang berarti berbeda beda tapi tetap satu.  Pancasila merupakan pusaka asasi bangsa Indonesia.

Nuantara Indonesia mempunyai lebih dari 17 ribu pulau, 1.200-an suku bangsa, dan 750-an bahasa daerah, dengan agama serta kepercayaan yang plural, ternyata mampu membangun satu negara unitaris. Ini adalah kemewahan ideologis dan kemajuan “teknologi batin” bernegara.

Tanggal 1 Juni 1945 merupakan momentum di mana Ir Soekarno menyampaikan pidato hasil perenungan mendalam mengenai dasar falsafah negara (philosofische grondslag). Pidato yang setiap aksentuasinya diikuti tepuk tangan membahana yang gemanya terasa sampai sekarang.

Pringsewu restaurant group turut andil menggelorakan jiwa dan semangat Pancasila kepada generasi jaman now. Pringsewu Resto mengeluarkan voucer khusus pembelian menu nasi Pepes Bandeng dengan harga semula Rp. 40.000,- menjadi Rp. 32.000,-. Bagaimana caranya, cukup dengan tunjukkan rilis berita ini saat bertransaksi di cabang-cabang Pringsewu terdekat. Program ini berlaku sampai dengan tanggal 30 Juni 2021. Tunggu Apa lagi segera kunjungi cabang Pringsewu terdekat.

Bung Karno pun mendeklarasikan diri bukan sebagai pencipta, melainkan penggali Pancasila. Keluhuran budi Bung Karno itulah yang semestinya kita serap sebagai keunggulan bangsa dengan ditetapkannya 1 Juni sebagai Hari Lahir Pancasila.

Terminologi Pancasila sesungguhnya telah dijadikan haluan kepemimpinan imperium Majapahit, dituangkan di Pupuh 43 (162) Kakawin Desa Warnnana alias Nagara Krtagama karya Empu Prapanca (1365) yang setarikan napas eksplanasinya dalam kitab Empu Tantular, Sutasoma (1389), serta pidato-pidato tokoh bangsa sewaktu Sidang BPUPKI 29 Mei–1 Juni 1945.

Perumusan Pancasila sebagai norma hakiki bernegara (staatsfundamental norms) merupakan kristalisasi pergumulan gagasan dalam Sidang BPUPKI I (29 Mei–1 Juni 1945) dengan tawaran ide dari tiga tokoh penting. (1) Prof Mr Muhammad Yamin mencetuskan Lima Asas Negara (Peri-Kebangsaan, Perikemanusiaan, Peri-Ketuhanan, Peri-Kerakyatan, dan Kesejahteraan Rakyat), 29 Mei 1945. (2) Prof Dr Mr Soepomo menggagas negara integralistik, 31 Mei 1945. (3) Ir Soekarno menyampaikan lima prinsip “Pancasila” (Kebangsaan Indonesia, Internasionalisme atau Peri-Kemanusiaan, Mufakat atau Demokrasi, Kesejahteraan Rakyat, dan Ketuhanan), 1 Juni 1945, yang dapat diperas menjadi Trisila: Socio-nasionalisme, Socio-democratie, dan Ketuhanan. Trisila itu dapat diperas lagi menjadi Ekasila, yaitu Gotong Royong: Negara Gotong Royong.

27
May
2021

Categories