Mau Bawa Perubahan Belajar 3M (Muda, Mura, dan Muri)

PT Pringsewu Cemerlang > Uncategorized > Mau Bawa Perubahan Belajar 3M (Muda, Mura, dan Muri)

Muda, Mura dan Muri adalah teknik identifikasi pemborosan yang terjadi di proses produksi untuk membantu menuju kondisi proses yang ideal. Identifikasi ini membagi pemborosan menjadi 3 yaitu : Muda, Mura dan Muri.

1. Muda diartikan sebagai pengurangan pemborosan atau kesia-siaan.
Muda adalah kegiatan atau proses yang tidak memiliki nilai tambah atau disebit juga pemborosan. 
Berikut adalah tujuh pemborosan di dalam industri manufaktur yang mudah dilihat di proses, ini termasuk kategori Muda :

a. Defect atau produk yang cacat
Adanya defect ini akan menyebabkan pemborosan material, biaya produksi dan pengecekan ulang (recheck atau rework) atau perbaikan produk (repair).
b. Waktu tunggu
Proses yang ideal adalah yang bisa berjalan dengan berkesinambungan tanpa harus menunggu proses sebelumnya yang lebih lambat.
c. Motion atau pergerakan
Setiap pergerakan yang dilakukan didalam rantai produksi harus dijalankan sesuai dengan fungsinya, tidak boleh ada pergerakan yang tidak efisien atau sia-sia.
d. Inventory
Persediaan atau inventory adalah bahan atau barang yang disimpan yang akan digunakan untuk keperluan produksi.

e. Inventory ini harus diukur dan dikendalikan agar sesuai dan tidak berlebihan, namun juga tidak kurang dari kebutuhan.
f. Over production
Disebut juga produksi yang berlebihan, jadi ketika jumlah produksi sesuai dengan kebutuhan pengiriman produk sesuai pesanan dari customer atau pelanggan.
g. Over process
Dapat diartikan sebagai proses yang berlebihan, yakni ketika ada proses-proses yang sudah dibuat namun tidak ada manfaatnya.
h. Transportasi
Proses pengiriman material dari vendor ke perusahaan maupun proses pengiriman produk ke pelanggan biasanya menggunakan sarana transportasi. Nah, proses transportasi inipun perlu dianalisa apakah sudah efektif dan efisien? Atau justru malah terjadi pemborosan disana.

2. Mura diartikan sebagai pengurangan perbedaan.
Mura adalah hal-hal yang tidak teratur, tidak seimbang dan tidak merata didalam proses produksi. Kejadian yang termasuk kategori ini misalnya : a. Karyawan datang terlambat, berarti tidak teratur dalam hal waktu.
b. Pembagian material di proses A dan B yang tidak merata, meskipun kebutuhannya sama.
c. Jumlah staff di beberapa bagian tidak seimbang karena tidak sesuai dengan kebutuhan atau beban kerjanya.
d. Karyawan diharuskan memadatkan pekerjaan saat pagi hari sehingga siang harinya lebih sedikit kerjanya.
Berbagai ketimpangan yang dilakukan dapat mengakibatkan dampak yang tidak diinginkan seperti : kelelahan kerja, perasaan stres, bahkan kecelakaan kerja.

3. Muri diartikan sebagai mengurangi ketegangan.
Muri adalah beban yang berlebihan, hal ini bisa terjadi di seluruh sumber daya perusahaan seperti : mesin, fasilitas dan pekerja. Mesin memiliki batas kemampuan kerja, jika terus dipaksa bekerja melebihi kemampuannya tersebut maka dapat terjadi kerusakan atau produk yang cacat. Demikian pula pada pekerja, jika harus bekerja melebihi batasnya maka dapat mengalami kelelahan atau stres yang bisa mengakibatkan cedera atau kecelakaan kerja. Hal ini akan berakibat ke pemborosan material maupun produk.

Dengan menerapkan seluruh metode Muda, Mura dan Muri tersebut, maka proses yang tidak memberi nilai tambah dapat dikurangi sehingga proses yang efektif dan efisien dapat tercapai.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Categories